Liburan di Bangkok: Menelusuri Sungai Chao Phraya dan Berkunjung ke Wat Arun Temple

Bagi sebagian wisatawan Bangkok adalah surganya tempat belanja. Kamu bisa berbelanja baju-baju dan make up dengan harga terjangkau. Tak jarang, beberapa dari wisatawan tersebut juga membuka usaha “Jastip” alias jasa titip dengan bermodalkan media sosial. Usaha jastip dinilai sangat untung, karena kamu bisa membeli dengan harga yang murah dan menjualnya kembali sesuai dengan harga yang telah disepakati. 

Namun, bukan hanya wisata belanja. Ketika kamu ke Bangkok, kamu juga bisa berkunjung ke beberapa objek wisata lainnya yang ada di Bangkok, seperti kuil dan istana raja. Wat Arun, Grand Palace dan Wat Pho bisa kamu kunjungi dalam 1 hari yang sama. Di artikel kali ini, kita akan membahas mengenai Wat Arun.

Wat Arun

Wat Arun bernama resmi Wat Arun Ratchawararam Ratchawaramahawihan atau dalam penulisan Thai:  วัดอรุณราชวราราม ราชวรมหาวิหาร. Kuil Budha ini terletak di daerah Bangkok Yai, tepi barat Sungai Chao Phraya, Bangkok. Wat Arun yang dikenal juga sebagai “Temple of Dawn” atau “Kuil Fajar” ini menjadi salah satu ikon kota Bangkok. Kuil ini sangat indah, apalagi disaat senja maupun disaat fajar. Ornamen keramik China yang menghiasi seluruh dinding kuil pun menambah keindahannya.

Lokasi Wat Arun cukup strategis. Walau berada di pinggir sungai Chao Phraya, namun ada beberapa pilihan transportasi menuju ke lokasi ini, seperti Tourist Boat. Perahu yang digunakan memang disengajakan untuk mengangkut wisatawan berkeliling wisata di sekitar area Sungai Chao Phraya. Sungai ini bersih dan bisa jadi spot yang instagramable buat kamu.

Cara Menuju Wat Arun

Untuk memulai wisata di sekitar Sungai Chao Phraya, kamu bisa mulai dari Sathorn Pier (Central). Dermaga ini berkoneksi dengan stasiun BTS Saphan Taksin Station. Saat berada di Sathorn Pier, kamu akan melihat beberapa pilihan harga boat trip. Untuk boat trip dengan metode “Hop on – Hop Off”, kamu cukup membayar 150 baht. Kamu akan bebas naik dan turun di dermaga mana aja selama jam operasional kapal. Ada juga pilihan untuk “one way” dengan harga tiket 40 baht.

Dari Sathorn Pier (central) ke Phra Arthit Pier (N13), akan melewati 8 dermaga utama, yaitu:
– Sathorn Pier
– Oriental Pier (N1)
– Si Phraya Pier (N3)
– Rajchawong Pier (N5)
– Tha Tien Pier (N8)
– Maharaj Pier
– Wang Lang / Siriraj Pier (N10)
– Phra Arthit Pier (N13).

Jika kamu ingin ke Wat Arun, kamu bisa berhenti di Tha Tien Pier. Dari dermaga kamu sudah bisa melihat kemegahan Wat Arun. Untuk berkunjung ke dalam Wat Arun, kamu harus membayar 50 baht. Harga ini tergolong murah. Kamu bisa berkunjung setiap hari, mulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 sore. Wat Arun adalah kuil tempat beribadah bagi umat Budha. Oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan kepada rumah ibadah, kamu tidak diperkenankan menggunakan celana pendek / baju terbuka. Jikalau kamu tidak tahu info ini sebelum ke Wat Arun, kamu bisa menyewa kain untuk dipakai, dengan membayar biaya deposito. Jika kamu berencana berkunjung ke Grand Palace dan Wat Pho, aku menyarankan agar kainnya ini bisa dikembalikan setelah kamu selesai berkunjung. Karena di Grand Palace dan Wat Pho kamu juga harus menggunakan pakaian tertutup.

Sejarah Singkat

Selain mengagumi keindahan Wat Arun, kamu juga harus tahu sejarah singkat kuil ini. Wat Arun memiliki tinggi 67 meter dan dibangun 180 tahun lalu oleh Raja Prak Nang Klao atau Rama II. Terdapat 3 lantai yang menyimbolkan neraka, bumi dan surga. Setiap pengunjung harga boleh mencapai level bumi. Anak Tangga utama sangatlah curam, sehingga para turis lebih memilih naik melalui tangga yang ada di samping kuil. Selain kuil utama di tengah, terdapat juga empat menara yang terpasang di tempat penjuru mata angin. 

Ornamen keramik dari China yang mengelilingi Wat Arun bermula dari perjalanan kapal yang mengangkut kaca dan keramik. Saat perjalanan, kapal tersebut dihantam badai, sehingga keramik yang ada di kapal tersebut pecah. Saat kejadian tersebut, kapal ini sedang melakukan perjalanan ke negeri Tiongkok. Atas perintah Raja Rama II, keramik tersebut akhirnya dipakai untuk membangun kuil ini. Dari keramik-keramik pecah, membuat Wat Arun semakin indah. Jika kamu berkunjung kesini, tentu saja kamu tidak boleh melewatkan kesempatan untuk berfoto dengan megahnya kuil ini. Suasana Negeri Gajah Putih akan semakin terasa.

Bagi kamu yang ingin membawa cinderamata, kamu bisa membelinya di pasar tradisional di samping kuil Wat Arun. Terdapat aneka kerajinan tangan yang bisa kamu beli.

Bagaimana? Tertarik untuk berkunjung ke Wat Arun? Yuk bagikan informasi ini di media sosial kamu.

Baca Juga: Liburan di Bangkok: Sejarah, Harga Tiket dan Cara Menuju Wat Pho

2 thoughts on “Liburan di Bangkok: Menelusuri Sungai Chao Phraya dan Berkunjung ke Wat Arun Temple

  1. Pingback: Liburan di Bangkok: Sejarah, Harga Tiket dan Cara Menuju Wat Pho | nestiituagnes' story!

  2. Pingback: Liburan di Bangkok: Mengunjungi Grand Palace dan Wat Phra Kaew | nestiituagnes' story!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s