Throwback Kisah Penggemar K-Pop di Tahun 2009

Akhir-akhir ini aku sedang tergila-gila banget dengan dunia per-korea-an. Lebih tepatnya semenjak covid-19 dan harus karantina mandiri di rumah. Selain work from home, kerjaanku lainnya adalah menonton drama korea dan mendengar lagu-lagu dari artis korea. Sejak SMP aku sudah suka dengan k-pop. Super Junior atau SuJu adalah favoritku. Bias ku itu Choi Siwon. Lagu “sorry sorry”-nya jadi on repeat menemaniku belajar. Setelah itu, di tahun 2009 aku mulai suka dengan SHINee dengan lagunya “Ring Ding Dong”. Diikuti dengan lagu-lagu lainnya “Lucifer” dan “Stand by Me”. Poster-poster Key, Minho, Onew, Taemin, Jonghyun terpampang di kamarku. Bahkan, aku membeli majalah-majalah yang ada poster mereka. SuJu dan SHINee telah membuka jalan bagiku menyukai k-pop. Lalu drama korea “You are Beautiful” membuat aku mengidolakan Jong Hwa CNBlue. Ah, kalau membicarakan masa-masa itu, aku tersenyum sendiri melihat keluguanku menyukai mereka. Apalagi saat itu, dunia internet belum sehebat sekarang, sehingga aku harus menabung uang jajanku untuk membeli majalah-majalah demi mengumpulkan informasi dan poster mereka. Saat itu, aku di Ambon, sebuah kota kecil di Indonesia. Ah, tampaknya mereka sukses besar “mendunia” sehingga aku yang berada di kota kecil aja bisa mengidolakan mereka.

Singkat cerita, semenjak persiapan Ujian Nasional SMA, aku tidak lagi mengikuti k-pop dengan intens. Hingga ketika aku kuliah. Tugas-tugas kuliah dan kesibukannya membuat aku lupa dengan k-pop. Walau sesekali, lagu-lagunya tetap menemaniku saat belajar.

Well, sudah cukup throwback-nya.

Aku sekarang lebih sering memutar lagu di youtube karena mencari video clip yang berisi lirik romanization dan juga terjemahan Bahasa Inggris. Suatu ketika, saat sedang on-repeat Lee Hi – “Breathe”, next suggestion di youtube adalah video Lee Hi menyanyikan lagu ini di konser mengenang kepergian Jonghyun SHINee. Aku memutar video tersebut, lalu diikuti dengan video cuplikan funeral Jonghyun. Aku menangis (lagi). Saat mendengar berita kematiannya di Desember 2017, hampir 3 hari aku menangis sepulang kerja. Apalagi membaca berita-beritanya dan surat terakhirnya. Rasanya sulit diterima, seorang artis yang sangat bertalenta, baik saat menciptakan lagu, bernyanyi dan dance meninggalkan kita dengan sebuah kepergian yang heartbreaking. Video ini membawa aku membuka lagi memori lama, dan mengulang kembali lagu-lagu SHINee dan juga solo album Jonghyun. 

Di sisi lain, aku juga sedang menonton Reply 1997, sebuah cerita persahabatan dan kisah mereka di tahun 1997. Idol group H.O.T dan Sechskies sering disebut-sebut di drama ini karena debut mereka di sekitar tahun 1997-1998. Lalu dilanjutkan melihat konser comeback Sechskies yang sukses membuat penontonnya menangis. 

Lalu apa hubungan semua cerita di atas dengan postingan ini? Refleksi. Aku banyak berefleksi akhir-akhir ini ketika mendengar lagu atau menonton movie. 

Do I have regret in my life? Kalau aku kembali ke masa lalu, apa yang ingin aku ubah? Kalau Reply 1997 terjadi di hidupku, hal apa yang ingin aku lakukan pada tahun itu?

Terkadang, aku menyesal karena ini dan itu yang terjadi di masa lampau. Ah, andai dulu aku belajar Bahasa Inggris dengan serius, sehingga aku tidak perlu mengulang-ulang IELTS Test. Ah, andai saat itu aku memutuskan ikut summer program ke Korea. Andai aku bisa mengubah masa laluku, andai sejak dulu aku bisa berteman dengan lebih banyak orang yang heterogen. Dan masih banyak deretan “penyesalan”. Membaca lagi surat terakhir yang ditulis Jonghyun membuat aku berpikir ulang hidupku. Ada banyak keberhasilan dan kegagalan. Am I doing a good job? I did well, right? 

2020 menjadi tahun yang tidak mudah bagi banyak orang. Begitu pun dengan diriku. Selain harus cepat beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan yang baru, aku harus beradaptasi juga dengan gaya hidup yang baru #dirumahAja. Belum lagi, perasaan depresi dan keadaanku yang masih harus rutin ke psikolog. Tahun ini juga aku berusaha mencari beasiswa untuk kuliah lanjut. Semuanya seperti menumpuk. Drama Korea dan juga lagu-lagu k-pop dan kisahnya membawaku untuk semakin menilik hatiku. Tidaklah perlu ada penyesalan, karena semua yang terjadi atas seijin Tuhan. Bertahan sejauh ini, merantau 9 tahun bukan sebuah perjalanan yang mudah. I did a good job. 

Ah tulisan ini sudah hampir 2 halaman. Sebuah kerandoman di malam hari yang kutuang dalam kata. Setidaknya ini menjadi terapi bagi diriku sendiri. Melihat kembali video-video Jonghyun membuat aku bertekad untuk meninggalkan sebuah kisah yang baik bagi orang di sekelilingku. Seperti Jonghyun yang terus dikenang karena talenta dan karakternya, aku juga ingin dikenang baik suatu hari nanti. 

“Ah dia Agnes. Orang yang baik dan ramah senyum. Ekspresif banget, kalau lagi kesal, pasti tidak bisa disembunyikan. Dia seorang pemberani dan punya tekad besar mengejar mimpi-mimpinya. Dia selalu membawa keceriaan bagi kami semua. She did a good job” Kira-kira seperti inilah aku ingin dikenang.

Ps: Aku menanti konser comeback SHINee lagi setelah Minho dan Key kembali dari wajb militer:)

5 August 2020 | 11.32 PM
Kemanggisan – Jakarta Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s