Quarter-Life Crisis, Are You?

A quarter-life crisis is a crisis that may be experienced in one’s twenties, involving anxiety over the direction and quality of one’s life. —Dictionary.com

Pernah gak kamu merasakan perasaan ragu, cemas dan bingung dengan tujuan hidup?

Usiamu sudah seperempat abad tapi justru mempertanyakan hal-hal sejenis ini. Harus ada sesuatu yang diubah, tapi bingung bagaimana cara memulai. Menjadi bingung dan tak jarang pula merasa kesepian. Jika pernah, mungkin kamu sedang mengalami yg namanya QUARTER-LIFE CRISIS.

Si A sudah punya rumah. Si B sudah nikah. Si C punya pekerjaan yang mapan. Tapi kok aku gini-gini aja ya? Ada pula yang gonta-ganti kerjaan, tagihan yang berlimpah, gagal dalam relationship, merasa jalan di tempat, terombang-ambing, dikecewakan dan masih banyak hal. Dari hal fundamental dan unfaedah semua ikut ditanyakan. Apalagi kalau cewek lagi PMS, wah rasanya semuanya jadi blur dan gelap. Semua ini rasanya seperti tenggelam perlahan-lahan. Dan sulit untuk bangkit.

TAPI, sulit bukan berarti mustahil.

KUNCInya satu: Don’t compare yourself to others! Semua orang punya perjalanan hidup yang unik.

Dunia media sosial sedang gencar-gencarnya membuat kita semakin mudah untuk compare life to others. Percayalah, apa yang ada di media sosial adalah hal-hal yang ingin orang-orang bagikan. Secara naluri, mereka akan menunjukan kebahagian, kesuksesan atau hal-hal yang baik saja. Tapi dibalik itu ada perjuangan panjang yang tidak mereka sajikan di media sosial. Air mata perjuangan, kegagalan yang mereka simpan untuk diri sendiri. Atau dengan kata lain, media sosial sekarang lebih dikenal sebagai platform untuk personal branding. Bahkan saat kamu interview dan buat CV untuk melamar pekerjaan, pewawancara biasanya melihat profil media sosial kamu.

Namun, jika kamu tetap  mereka bahwa media sosial seringkali membuatmu semakin down, maka cobalah untuk berpuasa media sosial. Aku pernah melakukannya. Aku meng-uninstall aplikasi Instagram di smartphone-ku. Namun karena tuntutan pekerjaan, biasanya ku-install lagi. Tapi mulai kurangi waktu untuk scrolling down ig feed. Biasanya ku ganti dengan nonton berita, netflix atau baca buku (tapi yang ini sering ketiduran kalau baca). Kamu bisa membaca ceritaku “Puasa Instagram dan Pelajaran yang Kudapatkan) di sini. Lebih dari semua itu, Tuhan masih memegang setiap kendali. Itu memberi penguatan lagi kalau kita bisa untuk overcome quarter-life crisis ini.

Illustration: @nestiituagnez

Mengubah Mindset

Daripada terpuruk dan terjebak dengan “Quarter-Life Crisis”, bagaimana kalau kita ubah itu menjadi “Quarter-Life BLESSING”.

It is a blessing kalau kamu masih mempertanyakan tentang hidup. Karena itu berarti kamu sedang ingin HIDUPMU jadi LEBIH BAIK.

It is a blessing kalau kamu galau di kerjaan, itu berarti kamu ingin untuk MENGEJAR PASSION kamu, apa yang selama ini kamu cita-citakan!

It is a blessing melihat teman-teman baik kamu sudah nikah, itu berarti kamu bisa meneladani hidup pernikahan mereka dan kamu bisa belajar banyak dari mereka.

It is a blessing kalau melihat teman-teman sudah punya anak, itu berarti kamu bisa “latihan” adaptasi dengan bayi/anak kecil sebelum tiba giliranmu nanti.

It is a blessing kalau kamu merasa hidupmu tak bermakna. Eh kok gitu? Iya, itu berarti kamu SEDANG INGIN MENCARI MAKNA YANG UTAMA dan sesungguhnya dalam hidup.

Apapun itu, ubah mindset kamu dari crisis menjadi Blessing.

“It doesn’t matter what others think of you. If you’re miserable and depressed, and your body is falling apart, no job is worth it. Sure, there’s a time to hang on, to persist, to fight back. But all of us have different limits. Don’t compare yourself to others, because each of us has a unique journey. One person may think it takes guts to keep going, while another person may figure it takes wisdom to give up. Whatever others may have thought of my decision, I can say this with certainty: I could see God’s hand in everything that happened”  —source: ymi.today

Apa Quarter-Life Crisis yang kamu rasakan?  Bagaimana kamu menghadapi hal tersebut?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s