Sebuah Lagu di Perjalanan Kereta Malam

Photo by Mihai Surdu on Unsplash

Suatu malam, dalam perjalanan di kereta malam dari Jakarta menuju Jogjakarta, aku memutuskan untuk memutar lagu secara offline dari HP-ku. Hal ini jarang kulakukan, karena aku lebih sering memutar lagu secara online (baik dari youtube atau aplikasi joox). Malam itu, aku hendak tidur dan ingin menjadikan lagu-lagu tersebut sebagai pengantar tidurku.

Satu per satu lagu diputar, kebanyakan dari lagu-lagu tersebut adalah lagu-lagu Avril Lavigne. Namun, tiba-tiba ada satu lagu dengan nada-nada yang indah dan kata-kata sederhana. Lagu itu dalam bahasa Indonesia dan Mandarin. Aku pun terdiam dan mendengarkan setiap lirik lagu tersebut.

Tanpa disadari air mataku mengalir mendengar setiap lirik tersebut. Lirik yang sederhana namun penuh kejujuran. Aku pun mengecek kembali, darimanakah aku mendapat lagu ini. Ternyata dari Whatsapp Audio tanggal 21 Mei 2017.

Waah, dari grup yang mana ya aku dapat lagu ini?“, tanyaku penasaran pada diriku sendiri.
Seingatku, pada tanggal-tanggal tersebut aku sedang down. Mungkin saat itu ada seorang teman yang mengirimkannya untukku. Atau aku mendapatkannya dari group Whatsapp. Ingatanku tak mampu mengingatnya lagi lebih detail.

Aku mencoba membuka google dan mencari asal usul lagu ini, namun tidak ketemu. Aku memutar kembali lagu ini 3-4x. Air mata semakin mengalir deras.

Ya, lagu ini mengisahkan pergumulan-pergumulanku akhir-akhir ini. Mengingatkan untuk terus bersyukur DALAM SEGALA keadaan. Bahkan berkata “Terima kasih Tuhan kalau badai menerpa”.
Bukankah aku (kita) lebih sering berkata “Terima kasih Tuhan impianku terwujud. Terima kasih Tuhan untuk sukacita ini.” dibanding “Terima kasih Tuhan untuk kesulitan, kekurangan dan badai ini” ??

Lirik-lirik yang sederhana ini membuatku berpikir dan merenung kembali seluruh kebaikan Tuhan di dalam hidupku. Seringkali aku mengeluh dan marah kepada-Nya ketika segala sesuatu terjadi di luar harapanku. Namun, kadang aku lupa untuk bersyukur ketika sesuatu terjadi sesuai dengan apa yang kuharapkan. Ya, benar. Lagu ini mengingatkan bahwa kita harus bersyukur bukan hanya dalam kelimpahan, bukan hanya dalam kemudahan.

Hingga artikel ini ditulis, aku masih belum tahu darimana aku mendapatkan lagu ini. Namun, lagu ini telah menjadi salah satu cara Tuhan untuk menegor dan menguatkanku. Cara Tuhan yang unik dan tak pernah terpikirkan oleh cara manusia. Sederhana dan mungkin terlihat sepele melalui Whatsapp Audio.

Dan aku percaya, Tuhan juga punya cara-cara yang unik dan terbaik untuk mewujudkan rancangan-rancangan-Nya dalam kehidupanku. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29:11).

Malam itu, aku pun forward lagu tersebut ke beberapa teman yang setahuku juga mengalami pergumulan yang sama. Aku berharap lagu ini juga dapat menjadi kekuatan bagi mereka yang sedang dalam badai dan sulit menemukan maksud Tuhan dalam badai tersebut.

Berikut lirik lagunya, kiranya dapat menjadi berkat bagi teman-teman sekalian.

“Bukan hanya dalam kelimpahan
Namun juga dalam kekurangan
Bukan hanya dalam kemudahan
Namun juga dalam kesulitan

Bukan hanya karena sukacita
Lebih lagi karena air mata
Bukan hanya tatkala ku kuat
Lebih lagi saat ku tak berdaya

Ajarku setia bersyukur
S’bab anugerah-Mu selalu cukup bagiku
Ajarku tetap berkata
“Terima kasih Tuhan kalau badai menerpa”

Tegakkanlah tanganku saat kuangkat pujianku
Kuatkanlah hatiku saat kunaikkan syukurku
Tuhan Kau sungguh baik
Tuhan Kau segalanya bagiku”

 

**Note: Pada tanggal 13 Maret 2018, saya mendapat konfirmasi melalui sebuah komen di blog ini, bahwa lagu ini ditulis oleh seorang Hamba Tuhan yang melayani di GKY Mangga Besar, Jakarta, dalam rangka perayaan Thanksgiving di gereja tersebut. 🙂

2 thoughts on “Sebuah Lagu di Perjalanan Kereta Malam

  1. Hi Bu Agnes,

    Ada yg mem forward link blog Ibu kepada saya. Kebetulan kami tahu asal usul lagu tsb, lagu tsb ditulis oleh salah seorang hamba Tuhan yg dulu melayani di GKY Mangga Besar Jakarta, dalam rangka perayaan thanksgiving di gereja kami. Karena itulah Ibu tdk bs menemukannya di google 🙂

    Kami bersyukur lagu tsb bs menjadi berkat bagi Ibu. Tuhan memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s