Danau Kaolin, Kong Djie dan Belitung Selatan

Melihat Lebih Dekat Negeri Laskar Pelangi: Danau Kaolin, Kong Djie dan Belitung Selatan

12 Mei 2018, Perjalanan hari ketiga di negeri Laskar Pelangi 🙂

Masih tersisa keseruan, capek dan kulit yang mulai belang, kami harus melanjutkan lagi perjalanan hari ketiga. Hari ini, jadwal kami lebih santai dan tidak tergesa-gesa seperti dua hari sebelumnya. Tujuan pertama kami yaitu, Danau Kaolin.

Danau Kaolin

Ketika aku melihat itinerary tentang trip belitung kali ini, aku mencoba mencari di google foto Danau Kaolin. Sekilas, aku bertanya dalam hati “ini danau atau air laut yang biru?”.
Ya, ini Danau Kaolin yang terbentuk dari bekas pertambangan Kaolin. Kaolin sendiri merupakan bahan industri untuk pembuatan kosmetik, makanan maupun kertas. Perpaduan warna daratan yang putih dan airnya yang biru membuat danau ini begitu indah. Letak Danau Kaolin juga dekat dengan pusat kota Tanjung Pandan. Menurut saya pribadi, datanglah sekitar jam 8-10 pagi, ketika matahari belum terlalu terik.

Pantai Penyabong

Setelah dari Danau Kaolin, kami melanjutkan perjalanan ke arah Selatan Belitung, Pantai Penyabong.
Hampir serupa dengan pantai-pantai yang lain di Belitung, Pantai Penyabong juga memiliki bongkahan bebatuan granit yang besar. Dari semua pantai yang aku datangi selama di Belitung, secara pribadi, aku lebih menyukai Pantai Penyabong. Ombak di pantai ini pun lebih besar dibanding pantai-pantai lain yang sudah aku kunjungi di Belitung. Teduh dan tak ada orang lain. Masih sepi, dan sangat nyaman. Kamu pun bisa naik di Bebatuan tersebut dan mengambil foto disana. Sayangnya, saat kami berada disana, cuacanya sangat tidak menentu. Terkadang awan gelap dan semenit kemudian panas terik.

https://www.instagram.com/p/Bi9ZCOtj_hA/

Batu Baginde

Dalam perjalanan menuju Pantai Penyabong, kamu dapat menikmati sebuah bongkaran batu besar dan menjulang tinggi di “pengunungan”. Masyarakat Belitung percaya bahwa batu tersebut memiliki cerita legenda.

Batu Baginde terlihat jelas dari kejauhan

Rumah Tradisional

Sebelum menuju museum Tanjung Pandan, kami mengunjungi Rumah Tradisional adat Belitung yang disebut juga Rumah Gede atau Rumah Panggong. Rumah Adat yang terletak di Jalan Ahmad Yani, sebelah Kantor Bupati Belitung ini sengaja dibangun oleh pemerintah Belitung pada tahun 2004 agar anak muda sekarang tidak melupakan adat dan tradisi. Saat masuk di Rumah tradisional, akmu dapat menemukan berbagai macam ornamen untuk pernikahan adat Belitung, baju adat pengantin dan foto-foto belitung tempo dulu. Di ruangan ini, lantainya ditutupi oleh tikar yang menjadi ciri khas rumah Belitung.

Jika masuk lebih dalam, kamu dapat menemukan sebuah ruangan yang menghubungkan ruang tamu dan dapur, atau biasa disebut sebagai Loss. Setelah Loss, kamu akan menemui dapur, yang menjadi pusat aktivitas masak-memasak. Rumah adat Belitung ini terbuat dari Kayu. Kamu bisa mengunjunginya dengan tidak dikenakan biaya.

Museum Tanjung Pandan

Sepanjang perjalanan menuju Pantai Penyabong, tour guide kami bercerita mengenai Legenda Batu Baginde. Selain itu juga, dia bercerita mengenai buaya yang muncul di film Laskar Pelangi. “Nanti kita akan melihat langsung buaya tersebut”, kalimat itu terus diulang-ulang oleh tour guide kami. Seolah tidak percaya, kami selalu bertanya “mana? Bohong ya!”.

Kami berpikir, kami akan melihat buaya tersebut di tengah hutan/sungai. Ternyata tidak. Setelah mengunjungi rumah adat, kami melanjutkan perjalanan ke museum Tanjung Pandan. “Ha?? Ngapain ke sini?”, “Melihat Buaya”, “Astaga, buaya yang diawetkan ya”. Begitu kira-kira percakapan kami. Dan ternyata, si tour guide tersebut benar-benar membawa kami melihat buaya hidup yang di”kurung” di dalam sebuah “kandang terali” di Museum Tanjung Pandan.

Secara pribadi, saya bukan tipe orang yang menyukai sejarah. Sehingga datang ke Museum adalah hal yang paling membosankan. Namun Museum Tanjung Pandan menyajikan hal yang berbeda. Di halaman belakang museum terdapat “kebun binatang mini”, dimana ada buaya, Tupai selat, Rusa, dll.

Di Museum ini juga kamu dapat melihat benda-benda peninggalan sejarah, peninggalan harta karun yang ditemukan di perairan bawah laut Belitung, berupa keramik, gerabah, dan lain sebagainya. Terdapat juga peralatan-peralatan sehari-sehari yang digunakan oleh masyarakat Belitung tempo dulu, seperti setrika, tempat sirih, piring, ceret, gantang, dan masih banyak lagi.

Jika ingin berkunjung ke Museum Tanjung Pandan, kamu dapat berkunjung di Jalan Melati No. 41A, Tanjungpandan, setiap Hari Senin sampai Minggu, jam 08.00 WIB – 17.00 WIB. Pengunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp.2.000.-

Kong Djie

Untuk kamu warga Jakarta, kamu pasti sudah tidak asing lagi dengan kafe Kong Djie. Kafe Kong Djie berasa dari Belitung, dan juga sudah dibuka cabangnya di Jakarta, salah satunya di daerah Citra 6, Cengkareng. Berbeda dengan Jakarta dengan konsep yang mewah namun bersahabat, Kong Djie di Belitung seperti warung-warung kopi dipinggir Jalan. Warung Kopi Kong Djie, begitulah namanya. Warung kopi ini terletak

Namun, hal itu tidak mengurangi kelezatan kopi khas Belitung ini. Biasanya warga Belitung menghabiskan sore-nya dengan nongkrong dan bercengkerama di warung-warung kopi. Harganya pun terbilang cukup orang jika dilihat dari kantong orang Jakarta.

Setelah dari Museum Pandan, kamu santai sejenak menanti waktu sunset di Warung Kong Djie.

Sunset di Tanjung Pendam

Hari ini adalah kesempatan terakhir kami menanti sunset di Belitung. Karena 2 hari sebelumnya cuaca tak menentu, sehingga harapan melihat sunset di Belitung belum juga kesampaian. Dari Warung Kopi Kong Djie, kami menuju Tanjung Pendam yang berjarak sekitar 10-15 menit menggunakan mobil.

Setibanya di Tanjung Pendam, langit memang tidak terlalu cerah. Tapi matahari mulai menuju peraduannya. Air laut pun sangat surut, sehingga kami dapat berjalan di sekitar pantai. Tidak seperti pantai-pantai lain, pasir di sini adalah pasir hitam. Bagiku secara pribadi, kurang nyaman untuk duduk di pasir dan melihat senja.

Langit masih sedikit berawan. Ekspektasiku akan senja di Belitung sangatlah tinggi. Sunset di Tanjung Pendam tidak mampu memenuhi ekspektasiku. Tapi, tidak masalah, setidaknya aku pernah menjadi penikmat senja di negeri Laskar Pelangi ini.

Di Tanjung Pendam juga kamu dapat menemui hiburan-hiburan lainnya yang cocok untuk tamasya dengan keluarga.

RM. Timpok Dulu

Rumah Makan Timpok Dulu (Tempo Dulu) menjadi tujuan terakhir kami di perjalanan Belitung kali ini. Jika kamu ingin pergi ke sini, sebaiknya kamu melakukan reservasi terlebih dahulu. Di Hari kedua, kami sudah datang ke RM. Timpok Dulu, tetapi karena tidak melakukan reservasi terlebih dahulu, kami tidak mendapat meja untuk makan. Oleh Karenanya, keinginan itu harus ditunda di hari ketiga.  Menyajikan nuansa interior yang khas dengan lampu berwarna kuning menambah nilai plus dari restoran ini. Makanan yang disajikan pun lezat. Karena saya bukan seorang pencinta kuliner, maka saya sulit mendeskripsikan secara detail mengenai makanan-makanan di sini.

Ketika kami sedang menikmati makan malam, RM. Timpok Dulu kedatangan tamu Menteri Menteri Negara Pemuda dan Olahraga tahun 2004-2009, Adhyaksa Dault. Kamu menyempatkan diri untuk berfoto bersama.

Perjalanan hari ketiga telah usai. Kami segera kembali ke penginapan dan packing untuk kembali ke Jakarta besok subuh. Perjalanan 3 hari di Belitung merupakan perjalanan yang luar biasa. Kami diijinkan oleh Tuhan untuk melihat karya tangan-Nya yang membuat kamu terkagum-kagum.

Jika kamu ingin berlibur, sempatkanlah ke Belitung. Dijamin tidak akan menyesal.

Baca juga cerita perjalanan menjelajahi negeri Laskar Pelangi di hari pertama dan kedua:
#Day1: Menjelajah Belitung Timur
#Day2: Island Hopping Belitung

2 thoughts on “Danau Kaolin, Kong Djie dan Belitung Selatan

  1. Pingback: Island Hopping Belitung! | Journey of Life

  2. Pingback: Menjelajah Belitung Timur | Journey of Life

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s