Melodi Penantian

Malam sepi merasuki jiwaku… Ku bernyanyi melodi penantian… Suara malam terus menyakitiku… Tanpa mereka tahu.. Aku disini sepi tanpamu… Pahit terus menusuk lidahku… Saat ka uterus mengkhianatiku… Ku mencari hangatnya dunia di hatimu.. Namun  tak kutemukan itu… Ku berjalan di tengah hiruk pikuknya dunia… Tanpa sadar ku melihat dia yang kucari… Bibir tak berucap sepatah…

Mutiara Yang Hilang

Raja siang mengelus tubuhku.. Ku meringis menahan pahitnya duka.. Ku tatap dia “genksels sejati” Jiwaku lega dia masih berada disini… Detik, menit, jam berlalu tanpa memperdulikanku Ku coba kembali menantang raja siang.. ‘tuk tetap bisa menatap dia “genksels sejati” Anganku menepi..hati menghilang.. Tubuhku bagaikan tak bernyawa.. Pahit menikamku dari belakang.. Ku tak percaya senja kan…

Hati Yang Mau Bersatu

Ku tatap awan dikala senja… Rasa ini melompat keluar jendela.. Batu bata yang tersusu rapih… Menjadi saksi bisu bibir yang melebar… Senja bertemu senja… Ada air yang membasahi pipi ini… Goresan yang takan pernah hilang.. Hingga kututup kalbuku.. Anganku meraihnya.. Namun tak sampai… Hanya hati yang bisa meraihnya… Meraih…memeluk dia.. Di dala, hati yang mau…

Terasingkan

Mereka membisu di depanku Ku terasing di Rumahku sendiri Menatap dalam bayangan Hanya melihat tingkah lakuku Ku disakiti oleh diriku sendiri Ku menanam pahit dan ku tuai hasilnya Inilah yang ku alami sekarang Nada ketus yang kudengar Saat mereka ajak aku bicara Aku tertunduk dalam genangan air mata Dan ku bersuara “Ya, Aku disini” Tak…

Melangkah Bukan Ke Jalan Itu

Saat jalan terbentang di depanku Aku terdiam dan memilih untuk diam Aku ingin menyusuri jalan itu Tapi ku tak bisa…. Kakiku tiba-tiba lumpuh, terjatuh Mulutku membisu, terdiam, dan………. Mataku tak bisa melihat…sunyi senyap Jalan itu tak ada lagi Tuhan, kenapa disaat aku bisa…. Aku tetap tak bisa…. Selalu ada tembok dan jurang pemisah Antara aku,…